MENJELASKAN PAHAM-PAHAM ALIRAN PENDIDIKAN
Nama : Nadia Arkiang
Prodi/kelas :PPKn/B
Semester : I (Satu)
Tugas : Landasan Pendidikan/tugas ke(5)
Dosen : Murni M.PD.
1. ALIRAN EMPIRISME
Aliran empirisme adalah aliran filsafat yang meyakini bahwa pengetahuan berasal dari pengalaman inderawi. Aliran ini menganggap akal hanya berperan mengolah informasi yang didapat dari panca indra, bukan sumber pengetahuan itu sendiri. Tokoh-tokoh utamanya antara lain John Locke, George Berkeley, dan David Hume.
Ajaran pokok aliran empirisme dalam pendidikan:
Pengalaman adalah sumber pengetahuan: Segala ide dan gagasan terbentuk dari abstraksi pengalaman.
Pengetahuan berasal dari indra: Pengetahuan tidak mungkin ada tanpa pengalaman indrawi. Akal budi bertugas mengolah bahan yang diperoleh dari pengalaman.
Peran pendidik: Pendidik berperan penting dalam menciptakan lingkungan yang ideal agar peserta didik dapat menyerap pendidikan sebagai pengalaman.
Pengetahuan empiris: Pengetahuan yang didapatkan melalui pengalaman dan observasi bersifat empiris dan dapat diuji.
Penerapan empirisme dalam pendidikan:
Pembelajaran berbasis pengalaman: Menerapkan metode pembelajaran yang melibatkan pengalaman langsung, observasi, dan interaksi.
Mengembangkan keterampilan: Fokus pada pengembangan keterampilan praktis melalui pengalaman yang didapatkan dalam berbagai aktivitas pembelajaran.
Menghubungkan dengan kehidupan nyata: Mendorong peserta didik untuk menerapkan pengetahuan dan pengalaman mereka dalam kehidupan sehari-hari.
Tokoh-tokoh penting:
John Locke: Merupakan tokoh utama aliran ini. Ia berpendapat bahwa saat lahir, pikiran manusia adalah seperti kertas kosong (tabula rasa) yang kemudian diisi melalui pengalaman.
Francis Bacon dan Thomas Hobbes: Menjadi tokoh awal yang meletakkan dasar-dasar empirisme.
David Hume: Salah satu tokoh penting yang mengembangkan aliran ini lebih lanjut.
2. ALIRAN NATIVISME
Aliran nativisme adalah teori pendidikan yang berpendapat bahwa perkembangan individu sangat ditentukan oleh bakat dan potensi bawaan sejak lahir, bukan oleh lingkungan. Tokohnya, seperti Arthur Schopenhauer, meyakini bahwa sifat, bakat, dan kemampuan yang dibawa sejak lahir sudah menentukan perkembangan individu di masa depan. Aliran ini mengabaikan pengaruh lingkungan dan pengalaman dalam proses pendidikan.
Pandangan utama
Faktor bawaan menentukan: Perkembangan individu sangat bergantung pada faktor genetik atau warisan yang dibawa sejak lahir.
Lingkungan tidak berpengaruh signifikan: Lingkungan dan pendidikan dianggap tidak memiliki pengaruh besar dalam membentuk individu.
Pentingnya potensi bawaan: Setiap anak dilahirkan dengan potensi unik yang menentukan arah perkembangannya.
Kritik dan kelemahan
Mengabaikan faktor lingkungan: Aliran ini tidak mengakui peran penting lingkungan, pengalaman, dan pendidikan dalam perkembangan anak.
Mengabaikan pengalaman: Teori ini dianggap tidak mempertimbangkan bagaimana pengalaman membentuk individu.
Tidak menjelaskan variasi: Tidak dapat menjelaskan variasi yang terjadi pada individu, karena lingkungan yang berbeda dapat menghasilkan hasil yang berbeda pula.
Contoh
Seorang anak dari ayah yang cerdas dan pintar kemungkinan besar juga akan cerdas, karena bakat tersebut diwariskan secara genetik.
Seorang anak yang berbakat menjadi musisi, menurut aliran ini, akan terus berkembang sebagai musisi tanpa peduli apakah ia mendapat pelajaran musik atau tidak, karena bakatnya sudah ada sejak lahir.
3. ALIRAN NATURALISME
Aliran naturalisme adalah aliran seni rupa yang menggambarkan objek atau pemandangan sesuai dengan kenyataan di alam tanpa melebih-lebihkan atau menguranginya. Aliran ini merupakan pendalaman dari realisme, yang berusaha menangkap subjek secara akurat dan detail, memperhatikan perbandingan perspektif, tekstur, warna, serta gelap terang.
Pandangan utama naturalisme adalah sistem filosofis yang meyakini bahwa hanya hukum dan kekuatan alam semesta yang nyata dan segala fenomena dapat dijelaskan melalui ilmu pengetahuan, serta dalam seni, menekankan penggambaran alam dengan seakurat mungkin sesuai kenyataan. Naturalisme menolak konsep supranatural dan berfokus pada penjelasan alamiah dan ilmiah, sementara dalam konteks seni, sangat menghargai keindahan alam sebagai objek utama lukisan.
Dalam filsafat
Alam adalah segalanya: Hanya hukum dan kekuatan alam (bukan hal supernatural) yang beroperasi di alam semesta.
Pengetahuan ilmiah: Segala pertanyaan filosofis harus diselidiki melalui sains dan metode ilmiah.
Alam dapat diketahui: Keberadaan keteraturan, kesatuan, dan keutuhan di alam menyiratkan adanya hukum-hukum objektif yang dapat dipahami.
Fokus pada realitas alami: Apa pun yang dianggap "supranatural" pada akhirnya dapat dijelaskan dengan dasar alamiah yang dapat dipahami secara ilmiah.
Dalam seni
Mengapresiasi keindahan alam: Aliran ini merupakan bentuk apresiasi terhadap keindahan alam yang ada.
Objektivitas: Menggambarkan objek atau pemandangan dengan sangat akurat dan realistis seperti kenyataan.
Objek utama: Pemandangan alam sering kali menjadi subjek utama dalam karya seni, yang dipilih karena dianggap indah atau menarik.
Ciri-ciri naturalisme
Penggambaran akurat: Objek digambarkan semirip mungkin dengan aslinya.
Detail realistis: Detail dibuat sangat akurat dan menghindari penambahan elemen yang tidak ada di dunia nyata.
Tidak dibuat-buat: Menghindari unsur ideal, ornamen berlebih, atau adegan dramatis.
Tema sederhana: Sering mengangkat tema pemandangan alam atau aktivitas sehari-hari orang biasa di lingkungan alamnya.
Komentar
Posting Komentar