Postingan

Pendidikan nilai dan moral anti korupsi

 November 22, 2025 Nama : Nadia Arkiang Prodi : PPKn Kelas/semester : B/I Mata kuliah : Pendidikan nilai dan moral anti korupsi KPK Tetapkan 2 Tersangka Korupsi Pengelolaan Dana Bantuan Sosial Bank Indonesia dan Otoritas Jasa Keuangan Jakarta, 7 Agustus 2025. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan 2 (dua) Tersangka yaitu; HG dan ST selaku Anggota Komisi XI Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI periode 2019 – 2024, terkait dugaan tindak pidana korupsi (TPK) gratifikasi dan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) dalam pengelolaan dana bantuan sosial Bank Indonesia (BI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tahun 2020 s.d 2023. Dalam konstruksi perkaranya, Komisi XI DPR RI yang di dalamnya termasuk HG dan ST, membentuk Panitia Kerja (Panja) yang berwenang menyetujui rencana anggaran para mitra kerja. Dalam rapat Panja bersama BI dan OJK, disepakati kuota bantuan sosial BI sejumlah sekitar 10 kegiatan dan OJK 18–24 kegiatan per-tahun, dengan penerima diarahkan ke yayasan milik anggota Komisi...

PERAN GURU PPKN DALAM MEMBIMBING SISWA MENGHADAPI TENTANGAN MORAL DI ERA DIGITAL

 November  14, 2025 Nama : Nadia Arkiang Prodi : PPKN Kelas/semester: B/I Mata kuliah : Psikologi pendidikan dan bimbingan  Dosen Pengampu: Hadi A.A Kammis, SH.,M.Pd. PERAN GURU PPKN DALAM MEMBIMBING SISWA MENGHADAPI TANTANGAN MORAL DI ERA DIGITAL Guru PPKn berperan sebagai teladan moral dan fasilitator pembelajaran untuk membimbing siswa menghadapi tantangan moral di era digital dengan mengajarkan etika digital, literasi digital, serta menanamkan nilai-nilai Pancasila dalam konteks kehidupan daring. Mereka membimbing siswa untuk berperilaku sopan, jujur, menghargai perbedaan, dan bertanggung jawab dalam menggunakan media digital. Peran guru PPKn Menjadi teladan moral: Guru menunjukkan perilaku yang baik dan relevan di era digital, menjadi contoh bagi siswa dalam berinteraksi secara daring. Membimbing etika digital: Mengajarkan siswa tentang pentingnya menjaga privasi, tidak menyebarkan hoax atau ujaran kebencian, serta menghindari cyberbullying. Meningkatkan literasi dig...

Kasus penyerobotan lahan negara untuk kelapa sawit

 Anti Korupsi November 11, 2025 Nama : Nadia Arkiang Prodi : PPKN Kelas/semester : B/ I Mata kuliah : Pendidikan nilai dan moral anti korupsi  Dosen Pengampu : Murni, M.Pd. A. Kasus Penyerobotan lahan negara untuk kelapa sawit B. Riset: Kumpulan informasi relevan Kasus korupsi dengan catatan kerugian negara terbesar terjadi di sektor kehutanan. Kasus ini penyerobotan lahan negara untuk perkebunan kelapa sawit seluas 37.095 hektare di Kabupaten Indragiri Hulu, Riau. Lahan tersebut digarap tanpa izin oleh Grup Duta Palma sepanjang 2003-2022. Kerugian negara dalam kasus ini mencapai Rp104,1 triliun. Angka tersebut, menurut hasil pemeriksaan bersama dengan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP), berasal dari kerugian keuangan negara senilai Rp4,9 triliun dan kerugian perekonomian negara sebanyak Rp99,2 triliun. “Kerugian perekonomian negara cakupannya lebih luas, sehingga nilainya cukup besar,” ujar Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus Febrie Adriansyah dikutip dari Tem...

Kasus penyerobotan lahan negara untuk kelapa sawit

 Anti Korupsi November 11, 2025 Nama : Nadia Arkiang Prodi : PPKN Kelas/semester : B/ I Mata kuliah : Pendidikan nilai dan moral anti korupsi  Dosen Pengampu : Murni, M.Pd. A. Kasus Penyerobotan lahan negara untuk kelapa sawit B.

PENGANTAR ILMU HUKUM

 Nama : Nadia Arkiang Prodi : PPKN Kelas/Semester : B/I Mata Kuliah : Pengantar Ilmu Hukum Dosen Pembimbing : Didemus Dara Bali, SH., MH. Hari/Tanggal : Kamis, 30 Oktober 2025 KATA PENGANTAR Puji syukur saya panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa yang masih memberi kesehatan, sehingga saya dapat menyelesaikan tugas pembuatan makalah ini Dalam Penulisan makalah ini penulis merasa masih banyak kekurangan-kekurangan baik pada teknis penulisan maupun materi, mengingat akan kemampuan yang dimiliki penulis. Untuk itu kritik dan saran dari semua pihak sangat penulis harapkan demi penyempurnaan pembuatan makalah ini.                                   BAB 1                            PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG Latar belakang masalahnya adalah karena hukum yang kompleks dan terhubung dengan berbagai aspek kehidupan, sehingga dibutuhkan pe...

MENJELASKAN PRINSIP-PRINSIP ANTI KORUPSI

 Nama : Nadia Arkiang Prodi/kelas :PPKn/B Tugas : pendidikan moral dan anti korupsi  Dosen : Murni,M.Pd. 1. PRINSIP AKUNTABILITAS Prinsip akuntabilitas adalah panduan untuk memastikan pertanggungjawaban, yang mencakup keterbukaan, objektivitas, kejujuran, dan integritas. Prinsip ini memastikan penggunaan sumber daya sesuai aturan, pencapaian tujuan yang ditetapkan, berorientasi pada hasil, serta adanya konsekuensi yang jelas atas tindakan yang dilakukan. Penerapan yang baik melibatkan komitmen pimpinan dan staf, serta sistem pelaporan yang jelas dan konsisten. Prinsip-prinsip utama akuntabilitas Keterbukaan: Informasi mengenai kinerja dan keputusan harus jelas dan mudah diakses oleh pihak yang berkepentingan.  Objektivitas: Penilaian kinerja harus didasarkan pada fakta dan data yang dapat diverifikasi.  Integritas dan kejujuran: Melibatkan komitmen dari pimpinan dan staf untuk mengelola organisasi dengan integritas tinggi dan selalu menjunjung nilai-nilai kejujuran....

MENJELASKAN PAHAM-PAHAM ALIRAN PENDIDIKAN

 Nama : Nadia Arkiang Prodi/kelas :PPKn/B Semester : I (Satu) Tugas : Landasan Pendidikan/tugas ke(5) Dosen : Murni M.PD. 1. ALIRAN EMPIRISME Aliran empirisme adalah aliran filsafat yang meyakini bahwa pengetahuan berasal dari pengalaman inderawi. Aliran ini menganggap akal hanya berperan mengolah informasi yang didapat dari panca indra, bukan sumber pengetahuan itu sendiri. Tokoh-tokoh utamanya antara lain John Locke, George Berkeley, dan David Hume. Ajaran pokok aliran empirisme dalam pendidikan: Pengalaman adalah sumber pengetahuan: Segala ide dan gagasan terbentuk dari abstraksi pengalaman. Pengetahuan berasal dari indra: Pengetahuan tidak mungkin ada tanpa pengalaman indrawi. Akal budi bertugas mengolah bahan yang diperoleh dari pengalaman. Peran pendidik: Pendidik berperan penting dalam menciptakan lingkungan yang ideal agar peserta didik dapat menyerap pendidikan sebagai pengalaman. Pengetahuan empiris: Pengetahuan yang didapatkan melalui pengalaman dan observasi bersifat em...